Upaya Meningkatkan Interaksi Sosial Anak Melalui Kegiatan Bermain Gobak Sodor Pada Anak Usia Dini Kelompok B Di RA Al-Aufiya NWDI Korleko

Authors

  • Halimatussakdiah IAI Hamzanwadi Pancor Lombok Timur
  • Evanalie Rachmi IAI Hamzanwadi Pancor Lombok Timur

Keywords:

Interaksi Sosial, Gobak Sodor, Permainan Tradisional, PAUD

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan interaksi sosial anak usia dini melalui kegiatan bermain gobak sodor pada kelompok B di RA Al-Aufiya NWDI Korleko. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi partisipatif dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa permainan gobak sodor mampu meningkatkan interaksi sosial anak secara bertahap. Pada Siklus I pertemuan 1 dan 2, sebanyak 6 dari 14 anak (42,8%) mulai menunjukkan kemampuan sosial dasar seperti saling menyapa, bermain bersama dalam kelompok kecil, serta memahami giliran berbicara, meskipun masih ada anak yang pasif dan kurang inisiatif. Pada Siklus II pertemuan 1 dan 2, jumlah anak yang menunjukkan perilaku sosial aktif meningkat menjadi 11 anak (78,6%), dengan kemampuan bekerja sama dalam kelompok, berkomunikasi menggunakan kalimat sederhana, dan menunjukkan empati seperti membantu teman yang kesulitan atau merespons perasaan teman. Meskipun belum mencapai indikator keberhasilan sebesar 80%, hasil pada akhir Siklus II mendekati target dengan capaian 78,6%, sehingga dapat disimpulkan bahwa permainan gobak sodor efektif sebagai media pembelajaran yang menyenangkan dan berbasis budaya lokal dalam mengembangkan keterampilan sosial anak usia dini.

References

Aisyah, S., et al. (2007). Perkembangan dan Konsep Dasar Pengembangan Anak Usia Dini. Jakarta: Universitas Terbuka.

Gunarsa, S. D. (2004). Psikologi Perkembangan Anak dan Remaja. Jakarta: BPK Gunung Mulia.

Handayani, E. (2021). Pengaruh permainan tradisional terhadap pembentukan karakter sosial anak usia dini. Jurnal Golden Age PAUD, 5(1), 23–31.

Hurlock, E. B. (2002). Psikologi Perkembangan: Suatu Pendekatan Sepanjang Rentang Kehidupan (Edisi Kelima). Jakarta: Erlangga.

Kemmis, S., & McTaggart, R. (1988). The Action Research Planner. Victoria: Deakin University.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.(2022). Panduan Pembelajaran Kurikulum Merdeka PAUD. Jakarta: Kemendikbudristek.

Mayasari, D., & Widodo, A. (2019). Strategi guru dalam menumbuhkan interaksi sosial anak usia dini. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(2), 398–405.

Nuraini, R. (2020). Pengaruh permainan gobak sodor terhadap kemampuan komunikasi sosial anak TK. Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 8(1), 30–38.

Papalia, D. E., Olds, S. W., & Feldman, R. D. (2008). Human Development (9th ed.). New York: McGraw-Hill.

Rachmawati, Y., & Kurniati, E. (2016).Permainan tradisional sebagai upaya pengembangan sosial-emosional anak. Jurnal Ilmiah Pendidikan Anak, 4(1), 12–18.

Ramdhani, N. (2013). Permainan dan interaksi sosial: Studi literatur pada anak usia dini. Jurnal Psikologi, 10(1), 55–62.

Sujiono, Y. (2011). Konsep Dasar Pendidikan Anak Usia Dini. Jakarta: PT Indeks.

Suyadi. (2020). Teori Pembelajaran Anak Usia Dini dalam Kurikulum Merdeka. Yogyakarta: Pedagogia Press.

Vygotsky, L. S. (1978). Mind in Society: The Development of Higher Psychological Processes. Cambridge: Harvard University Press.

Yuliani, N., & Pranoto, D. (2022).Permainan tradisional gobak sodor sebagai sarana peningkatan keterampilan sosial anak. Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 10(2), 45–52.

Downloads

Published

2026-08-13

How to Cite

Halimatussakdiah, & Evanalie Rachmi. (2026). Upaya Meningkatkan Interaksi Sosial Anak Melalui Kegiatan Bermain Gobak Sodor Pada Anak Usia Dini Kelompok B Di RA Al-Aufiya NWDI Korleko. Jurnal Pendidikan AURA (Anak Usia Raudhatul Atfhal), 7(1), 145–155. Retrieved from https://jurnal.iaihpancor.ac.id/index.php/aura/article/view/2623