Bahasa Tabu Sebagai Strategi Komunikasi Dalam Konten Game Youtube: Studi Kasus Gaming Pascol

Authors

  • Lilis Nur Salamah Universitas Ma’arif Nahdlatul Ulama Kebumen
  • Eko Prasetyo Universitas Ma’arif Nahdlatul Ulama Kebumen

DOI:

https://doi.org/10.37216/aura.v6i2.3086

Abstract

Abstrak

Perkembangan teknologi dan komunikasi digital di Indonesia membuka akses masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap berbagai konten di platform daring seperti YouTube. Salah satu genre konten yang populer adalah konten gaming, di mana para kreator sering menggunakan bahasa tabu sebagai bagian dari gaya komunikasi mereka. Channel Gaming Pascol menjadi contoh menarik karena penggunaan bahasa tabu yang eksplisit dalam video, terutama pada permainan Mobile Legends. Bahasa tabu ini muncul baik sebagai ekspresi spontan terhadap situasi permainan maupun sebagai strategi untuk menarik perhatian penonton. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk dan jenis bahasa tabu yang digunakan Pascol serta menganalisis tujuan komunikatif di balik penggunaannya. Metode yang digunakan berupa observasi konten video dan live streaming Pascol, serta analisis data secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kata-kata tabu yang digunakan dominan berupa nama hewan seperti “anjing” dan “babi”, serta kata sifat seperti “bodoh”, “goblok”, dan “idiot”. Bahasa tabu ini tidak hanya berfungsi sebagai ekspresi emosi, tetapi juga sebagai strategi komunikasi yang memperkuat persona kreator dan membangun kedekatan dengan audiens. Temuan ini menekankan bahwa bahasa tabu dalam konten gaming memiliki fungsi ganda: hiburan sekaligus sarana interaksi sosial, namun perlu disikapi secara kritis mengingat dampaknya terhadap perilaku penonton muda.

Downloads

Published

2025-12-21

How to Cite

Lilis Nur Salamah, & Eko Prasetyo. (2025). Bahasa Tabu Sebagai Strategi Komunikasi Dalam Konten Game Youtube: Studi Kasus Gaming Pascol. Jurnal Pendidikan AURA (Anak Usia Raudhatul Atfhal), 6(2), 244–253. https://doi.org/10.37216/aura.v6i2.3086