Pengembangan Bahan Ajar IPAS Berbasis Kearifan Lokal (Sambatan) Siswa Kelas IV Sekolah Dasar Negeri 1 Pagersari
DOI:
https://doi.org/10.37216/badaa.v7i2.2629Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan bahan ajar Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) berbasis kearifan lokal “sambatan” bagi siswa kelas IV Sekolah Dasar Negeri 1 Pagersari Kecamatan Kalidawir, Kabupaten Tulungagung. Pengembangan bahan ajar ini didasarkan pada kebutuhan pembelajaran yang kontekstual, relevan dengan kehidupan siswa, serta mendukung penguatan karakter sosial dan budaya lokal. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model Dick and Carey yang terdiri atas sepuluh tahapan, mulai dari analisis kebutuhan hingga evaluasi sumatif. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dokumentasi, validasi ahli, serta uji coba terbatas dan diperluas. Instrumen yang digunakan adalah lembar validasi, angket kepraktisan, dan soal pre-test serta post-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahan ajar yang dikembangkan memenuhi kriteria kelayakan dengan skor validasi ahli materi sebesar 89,75% dan ahli media sebesar 92,9%, yang termasuk dalam kategori “sangat layak”. Uji kepraktisan menunjukkan bahwa guru dan siswa memberikan respons positif dengan skor rata-rata 91,1%. Uji efektivitas menunjukkan peningkatan signifikan hasil belajar siswa dari rata-rata pre-test 64,2 menjadi post-test 85,3. Dengan demikian, bahan ajar IPAS berbasis kearifan lokal sambatan dinyatakan layak, praktis, dan efektif untuk digunakan dalam pembelajaran IPAS kelas IV Sekolah Dasar.











