Menenun Sebagai Strategi Koping Bagi Perempuan Alor Dalam Mengelola Stres: Kajian Teologis

Authors

  • Delila Tanaem Universitas Tribuana Kalabahi
  • Fredrik Abia Kande Universitas Tribuana Kalabahi
  • Alboin Selly Universitas Tribuana Kalabahi

DOI:

https://doi.org/10.37216/badaa.v7i3.3024

Abstract

Stres merupakan respon terhadap tekanan eksternal yang dapat memengaruhi kesehatan mental, emosional, dan perilaku individu. Dalam konteks budaya perempuan Kampung Hula-Alor, aktivitas menenun berfungsi bukan hanya sebagai kerja ekonomi, tetapi juga sebagai strategi koping berbasis tindakan. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menggali pemaknaan aktivitas menenun dalam kehidupan sehari-hari perempuan Kampung Hula-Alor; (2) menganalisis bagaimana menenun berfungsi sebagai strategi koping; dan (3) mengkaji bagaimana integrasi praktik budaya lokal dan pendekatan teologis memperkuat resiliensi perempuan Alor. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan hermeneutik multi-metode (budaya, psikologis, teologis). Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam pada 15 perempuan penenun, 15 suami atau anak penenun, serta 2 tokoh masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa menenun dimaknai secara holistik sebagai identitas budaya, warisan leluhur, media koping emosional, dan sarana spiritualitas keseharian. Menenun berfungsi sebagai emotion-focused coping yang menenangkan, memberikan rasa bangga, dan membangun stabilitas emosi. Integrasi dimensi budaya, psikologis, dan teologis menghasilkan resiliensi kontekstual yang memperkuat kemampuan perempuan Alor untuk bertahan dan tumbuh di tengah tekanan sosial-ekonomi. Aktivitas menenun menjadi praktik hidup yang menyatukan kearifan lokal, ketangguhan mental, dan makna spiritual dalam satu kesatuan yang utuh.

Downloads

Published

2025-12-15

How to Cite

Delila Tanaem, Fredrik Abia Kande, & Alboin Selly. (2025). Menenun Sebagai Strategi Koping Bagi Perempuan Alor Dalam Mengelola Stres: Kajian Teologis. BADA’A: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 7(3), 118–125. https://doi.org/10.37216/badaa.v7i3.3024