Kesiapan Guru Sekolah Dasar Dalam Mengitegrasikan Literasi Dan Numerasi Ke dalam Pembelajaran: Studi Empiris di Kota Ambon

Authors

  • Hellen Pattiruhu IAKN Ambon
  • Yowelna Tarumasely IAKN Ambon
  • Ahas Balyo IAKN Ambon
  • Yulia marice Janoma IAKN Ambon
  • Alfons Yosua Sesa IAKN Ambon
  • Costantina Mauauth IAKN Ambon
  • Mellita Salakory IAKN Ambon

DOI:

https://doi.org/10.37216/badaa.v8i1.3343

Abstract

Literasi dan numerasi merupakan fondasi kompetensi abad ke-21 yang harus dikuasai setiap siswa sejak jenjang pendidikan dasar. Penelitian ini bertujuan memetakan kesiapan guru Sekolah Dasar (SD) dalam mengintegrasikan kedua kompetensi tersebut ke dalam pembelajaran, ditinjau dari empat dimensi: (1) pemahaman konsep, (2) praktik implementasi, (3) hambatan yang dihadapi, dan (4) dukungan institusional. Survei dilakukan terhadap 44 guru SD di Kota Ambon menggunakan kuesioner campuran (tertutup dan terbuka). Hasil menunjukkan: 72,7% guru memahami konsep literasi, namun hanya 38,6% memahami numerasi kontekstual; integrasi literasi lebih sering dilakukan (52,3% pernah) dibanding numerasi (29,5% pernah); tiga hambatan terbesar adalah ketiadaan panduan teknis (88,6%), kebutuhan pelatihan (88,6%), dan kurangnya sumber belajar (63,6%). Sebaliknya, 93,2% guru menyatakan dukungan sekolah positif, dan 93,2% menyatakan butuh pelatihan RPP berbasis literasi-numerasi. Temuan ini merekomendasikan program pelatihan berjenjang, pengembangan modul ajar kontekstual, dan penguatan komunitas belajar guru.

Downloads

Published

2026-06-07

How to Cite

Hellen Pattiruhu, Yowelna Tarumasely, Ahas Balyo, Yulia marice Janoma, Alfons Yosua Sesa, Costantina Mauauth, & Mellita Salakory. (2026). Kesiapan Guru Sekolah Dasar Dalam Mengitegrasikan Literasi Dan Numerasi Ke dalam Pembelajaran: Studi Empiris di Kota Ambon. BADA’A: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 8(1), 81–95. https://doi.org/10.37216/badaa.v8i1.3343