Kesiapan Guru Sekolah Dasar Dalam Mengitegrasikan Literasi Dan Numerasi Ke dalam Pembelajaran: Studi Empiris di Kota Ambon
DOI:
https://doi.org/10.37216/badaa.v8i1.3343Abstract
Literasi dan numerasi merupakan fondasi kompetensi abad ke-21 yang harus dikuasai setiap siswa sejak jenjang pendidikan dasar. Penelitian ini bertujuan memetakan kesiapan guru Sekolah Dasar (SD) dalam mengintegrasikan kedua kompetensi tersebut ke dalam pembelajaran, ditinjau dari empat dimensi: (1) pemahaman konsep, (2) praktik implementasi, (3) hambatan yang dihadapi, dan (4) dukungan institusional. Survei dilakukan terhadap 44 guru SD di Kota Ambon menggunakan kuesioner campuran (tertutup dan terbuka). Hasil menunjukkan: 72,7% guru memahami konsep literasi, namun hanya 38,6% memahami numerasi kontekstual; integrasi literasi lebih sering dilakukan (52,3% pernah) dibanding numerasi (29,5% pernah); tiga hambatan terbesar adalah ketiadaan panduan teknis (88,6%), kebutuhan pelatihan (88,6%), dan kurangnya sumber belajar (63,6%). Sebaliknya, 93,2% guru menyatakan dukungan sekolah positif, dan 93,2% menyatakan butuh pelatihan RPP berbasis literasi-numerasi. Temuan ini merekomendasikan program pelatihan berjenjang, pengembangan modul ajar kontekstual, dan penguatan komunitas belajar guru.











