Problematika Penerapan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) dalam Kurikulum Merdeka di Sekolah

Authors

  • Depi Nopia Universitas Pendidikan Ganesha
  • Ahmad Junaidi Universitas Pendidikan Ganesha
  • Uswatun Hasanah Universitas Pendidikan Ganesha
  • Ja'ranah Universitas Pendidikan Ganesha
  • Basilius Redan Werang Universitas Pendidikan Ganesha

DOI:

https://doi.org/10.37216/badaa.v8i2.3510

Keywords:

pembelajaran mendalam; deep learning; Kurikulum Merdeka; library research; implementasi pembelajaran.

Abstract

Pembelajaran mendalam (deep learning) menjadi salah satu pendekatan yang diharapkan mampu memperkuat implementasi Kurikulum Merdeka melalui pembelajaran yang berpusat pada peserta didik, bermakna, dan berorientasi pada pengembangan kemampuan berpikir tingkat tinggi. Namun, implementasinya di sekolah masih menghadapi berbagai tantangan yang memengaruhi efektivitas pencapaian tujuan pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis berbagai problematika penerapan pembelajaran mendalam dalam Kurikulum Merdeka serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi implementasinya di sekolah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode library research. Data diperoleh dari artikel jurnal nasional dan internasional, buku ilmiah, dokumen kebijakan, serta berbagai publikasi yang relevan dengan topik penelitian. Data dianalisis menggunakan teknik content analysis melalui proses identifikasi, reduksi, kategorisasi, interpretasi, dan sintesis terhadap berbagai sumber literatur.                        Hasil analisis menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran mendalam masih menghadapi sejumlah permasalahan, meliputi pemahaman guru yang belum sepenuhnya utuh terhadap konsep deep learning, perencanaan pembelajaran yang belum sepenuhnya berorientasi pada pengalaman belajar bermakna, pelaksanaan pembelajaran yang masih cenderung berpusat pada guru, penerapan asesmen autentik yang belum optimal, serta belum meratanya dukungan kepemimpinan sekolah, budaya kolaboratif, dan sarana pendukung pembelajaran. Berbagai permasalahan tersebut saling berkaitan dan memengaruhi kualitas implementasi pembelajaran mendalam di sekolah. Oleh karena itu, implementasi pembelajaran mendalam memerlukan penguatan yang dilakukan secara terpadu melalui peningkatan kompetensi guru, pengembangan perencanaan dan asesmen pembelajaran yang selaras dengan prinsip deep learning, penguatan kepemimpinan pembelajaran, serta penciptaan ekosistem sekolah yang mendukung pembelajaran bermakna. Sinergi antarkomponen tersebut diharapkan mampu mengoptimalkan implementasi Kurikulum Merdeka dalam menghasilkan peserta didik yang memiliki kemampuan berpikir kritis, kreatif, reflektif, dan adaptif terhadap berbagai tantangan abad ke-21.

Downloads

Published

2026-07-31

How to Cite

Depi Nopia, Ahmad Junaidi, Uswatun Hasanah, Ja'ranah, & Basilius Redan Werang. (2026). Problematika Penerapan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) dalam Kurikulum Merdeka di Sekolah . BADA’A: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 8(2), 136–151. https://doi.org/10.37216/badaa.v8i2.3510