Pengaruh Penerapan Gabungan Teknik Penggunaan Tongkat Terhadap Kemandirian Mobilitas Tunanetra Di Lingkungan Jalanan Yang Tidak Ramah Disabilitas
DOI:
https://doi.org/10.37216/badaa.v8i2.3513Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemandirian mobilitas peserta didik tunanetra dalam melakukan aktivitas di lingkungan jalanan yang tidak ramah disabilitas, khususnya di daerah rural yang minim fasilitas aksesibilitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan gabungan teknik penggunaan tongkat terhadap kemandirian mobilitas tunanetra di lingkungan jalanan yang tidak ramah disabilitas. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain Pre-Experimental tipe One-Group Pretest-Posttest Design. Subjek penelitian berjumlah enam peserta didik tunanetra di SLB PGRI Among Putra Tulungagung yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui tes kinerja berupa pretest dan posttest menggunakan instrumen penilaian kemandirian mobilitas yang mencakup aspek orientasi, keamanan gerak, dan pengambilan keputusan. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan Uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh peserta didik mengalami peningkatan nilai setelah diberikan perlakuan, dengan nilai pretest berada pada rentang 25–40 dan nilai posttest meningkat menjadi 50–87,5. Hasil Uji Wilcoxon Signed Rank Test memperoleh nilai signifikansi sebesar 0,027 (p < 0,05), yang menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara kemampuan sebelum dan sesudah perlakuan. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penerapan gabungan teknik penggunaan tongkat berpengaruh signifikan terhadap peningkatan kemandirian mobilitas tunanetra di lingkungan jalanan yang tidak ramah disabilitas.











