Problematika Guru Sekolah Dasar Dalam Menerapkan pembelajaran Berdiferensiasi Melalalui Pendekatan Deep Learning
DOI:
https://doi.org/10.37216/badaa.v8i2.3526Keywords:
pembelajaran berdiferensiasi; Deep Learning; guru sekolah dasar; studi kasus; Thematic Analysis.Abstract
Pembelajaran berdiferensiasi melalui pendekatan Deep Learning menjadi salah satu strategi yang dikembangkan dalam implementasi Kurikulum Merdeka untuk mewujudkan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik. Meskipun demikian, implementasinya di sekolah dasar masih menghadapi berbagai tantangan yang memengaruhi praktik pembelajaran di kelas. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan problematika guru sekolah dasar dalam menerapkan pembelajaran berdiferensiasi melalui pendekatan Deep Learning. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus yang dilaksanakan di SD Negeri Mumbang, Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Informan penelitian terdiri atas kepala sekolah dan guru kelas yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi nonpartisipan, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan Thematic Analysis melalui tahapan familiarisasi data, pengkodean, pengembangan tema, penelaahan tema, pendefinisian tema, dan penyusunan laporan. Analisis menghasilkan empat tema utama, yaitu guru masih berada pada tahap adaptasi terhadap paradigma pembelajaran baru, identifikasi kebutuhan belajar belum menjadi dasar dalam pengambilan keputusan pembelajaran, diferensiasi pembelajaran berkembang sebagai respons terhadap dinamika kelas, dan asesmen belum menjadi bagian dari siklus refleksi pembelajaran. Keempat tema tersebut menggambarkan bahwa implementasi pembelajaran berdiferensiasi melalui pendekatan Deep Learning masih berlangsung sebagai proses adaptasi terhadap perubahan praktik pedagogis yang berorientasi pada kebutuhan peserta didik. Hasil penelitian menegaskan pentingnya penguatan kompetensi guru melalui pelatihan berbasis praktik, pendampingan berkelanjutan, supervisi akademik yang reflektif, serta penguatan komunitas belajar profesional untuk mendukung implementasi pembelajaran berdiferensiasi yang lebih kontekstual, adaptif, dan bermakna di sekolah dasar.











