Penagaruh Program Intervensi Dini Terhadap Perkembangan Motorik Kasar Siswa Disabilitas Intelektual Ringan Kelas I Di SLB Attanhid Tulungagung
DOI:
https://doi.org/10.37216/badaa.v8i2.3560Abstract
Anak disabilitas intelektual ringan umumnya mengalami hambatan pada perkembangan motorik kasar, khususnya pada aspek keseimbangan, koordinasi, kelincahan, dan kekuatan, sehingga memerlukan stimulasi yang terencana dan berkelanjutan melalui program intervensi dini. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh program intervensi dini terhadap perkembangan motorik kasar siswa disabilitas intelektual ringan kelas I di SLB Attanhid Tulungagung. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode pre-eksperimental melalui desain One-Group Pretest–Posttest Design. Subjek penelitian adalah seluruh siswa disabilitas intelektual ringan kelas I yang berjumlah empat siswa dan ditentukan menggunakan teknik total sampling. Program intervensi dini dilaksanakan dalam sepuluh kali pertemuan yang terdiri atas satu kali pretest, delapan kali pemberian intervensi, dan satu kali posttest. Data dikumpulkan melalui observasi menggunakan lembar observasi perkembangan motorik kasar sebanyak 20 butir dengan skala penilaian 1–4 yang mencakup empat indikator, yaitu keseimbangan, koordinasi, kelincahan, dan kekuatan. Data dianalisis menggunakan statistik nonparametrik Uji Tanda (Sign Test) pada taraf signifikansi α = 0,05 yang dilakukan pada dua tingkat, yaitu tingkat subjek (n = 4) dan tingkat butir amatan (80 pasangan pengamatan). Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor perkembangan motorik kasar meningkat dari 35,75 (44,69%, kategori Kurang) pada saat pretest menjadi 54,25 (67,81%, kategori Cukup) pada saat posttest, atau meningkat sebesar 18,50 poin (51,75%). Analisis Uji Tanda pada tingkat butir amatan memperoleh 73 tanda positif, 3 tanda negatif, dan 4 tanda sama dengan (n efektif = 76) dengan nilai ZH = 7,915 lebih besar daripada Z tabel 1,96 dan nilai Sig. = 0,000 lebih kecil daripada 0,05 sehingga H₀ ditolak dan H₁ diterima. Dengan demikian, program intervensi dini berpengaruh terhadap perkembangan motorik kasar siswa disabilitas intelektual ringan kelas I dan dapat dijadikan salah satu alternatif layanan pembelajaran adaptif di Sekolah Luar Biasa.











