Gerakan Dakwah Pada Organisasi Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama

Authors

  • HENY HENY UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
  • Suparto

DOI:

https://doi.org/10.37216/maddina.v2i2.2781

Keywords:

Dakwah, Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama, Manajemen Dakwah, Islam Moderat

Abstract

Penelitian ini membahas gerakan dakwah yang dilakukan oleh dua organisasi Islam terbesar di Indonesia, yaitu Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama (NU). Kedua organisasi ini lahir dari latar belakang historis yang berbeda, sehingga melahirkan corak, metode, dan strategi dakwah yang khas. Muhammadiyah berdiri tahun 1912 dengan semangat tajdid (pembaharuan) yang menekankan pemurnian ajaran Islam dan modernisasi melalui pendidikan, kesehatan, serta amal usaha sosial. Sementara itu, NU berdiri tahun 1926 dengan semangat mempertahankan tradisi Ahlussunnah wal Jamaah melalui pesantren, praktik keagamaan kultural, dan dakwah berbasis komunitas. Dari aspek manajemen dakwah, Muhammadiyah menggunakan pendekatan modern, terstruktur, dan birokratis, sementara NU lebih mengandalkan jaringan pesantren, kiai, dan hubungan kultural dengan masyarakat. Keduanya memiliki kelebihan dan kelemahan: Muhammadiyah unggul dalam inovasi pendidikan dan amal usaha, tetapi sering kurang membumi di masyarakat tradisional; sedangkan NU unggul dalam pendekatan kultural yang membumi, namun menghadapi tantangan dalam manajemen modern. Di tengah kontestasi nasional dan global, kedua organisasi berperan penting menjaga moderasi Islam, melawan radikalisme, dan menghadapi tantangan globalisasi serta digitalisasi dakwah. Kesimpulannya, Muhammadiyah dan NU meskipun berbeda corak dakwah, saling melengkapi dalam membangun Islam moderat yang relevan dengan konteks Indonesia dan dunia

Downloads

Published

2025-12-14

How to Cite

HENY, H., & Suparto. (2025). Gerakan Dakwah Pada Organisasi Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama. MADDINA: Jurnal Manajemen Dakwah, 2(2), 212–230. https://doi.org/10.37216/maddina.v2i2.2781