Implementasi Nilai-Nilai Manajemen Islam dalam Pembentukan Perilaku Organisasi dan Kinerja Karyawan
DOI:
https://doi.org/10.37216/maddina.v2i2.2942Keywords:
Manajemen islam, Perilaku organisasi, Kinerja karyawan, Budaya kerja islami, BMT, manajemen Islam, perilaku organisasi, kinerja karyawan, budaya kerja Islami, BMTAbstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya penerapan nilai‐nilai manajemen Islam dalam mengoptimalkan perilaku organisasi dan kinerja karyawan pada lembaga keuangan mikro syariah. BMT UGT Sidogiri Cabang Kaliwates Jember merupakan salah satu lembaga yang mengedepankan nilai amanah, ikhlas, adil, dan musyawarah sebagai pedoman kerja, namun dinamika lapangan menunjukkan perlunya kajian mendalam mengenai efektivitas implementasi nilai tersebut dalam memengaruhi perilaku dan kinerja pegawai. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana nilai-nilai manajemen Islam diimplementasikan, bagaimana nilai tersebut membentuk perilaku organisasi, serta bagaimana dampaknya terhadap kinerja karyawan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Sampel penelitian ini terdiri dari karyawan inti dan pengurus operasional yang terlibat langsung dalam aktivitas pelayanan dan pengelolaan lembaga. Pemilihan informan dilakukan menggunakan purposive sampling, yaitu teknik yang menetapkan responden berdasarkan relevansi pengetahuan, keterlibatan, serta pemahaman mereka terhadap penerapan nilai-nilai manajemen Islam dalam aktivitas kerja sehari-hari. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan model Miles dan Huberman, yang meliputi tiga tahapan utama: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Proses ini dilakukan secara berulang untuk memastikan bahwa seluruh temuan lapangan tercatat, tersusun, dan ditafsirkan secara sistematis sesuai fokus penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai amanah dan ikhlas berperan dalam membentuk integritas serta motivasi intrinsik karyawan, sementara nilai adil dan musyawarah mendorong terciptanya lingkungan kerja yang harmonis, terbuka, dan kolaboratif. Internalisasi nilai-nilai Islam terbukti memperkuat perilaku organisasi yang etis, disiplin, dan bertanggung jawab, yang pada akhirnya meningkatkan efektivitas, efisiensi, dan kualitas pelayanan karyawan kepada nasabah. Temuan ini menegaskan bahwa nilai-nilai spiritual dapat menjadi instrumen manajerial yang efektif dalam memperkuat budaya kerja dan meningkatkan kinerja lembaga
