Strategi Dakwah Jamaah Tabligh dan Perubahan Sosial di Lombok

Authors

  • Muhammad Ihsan Institut Agama Islam Hamzanwadi Pancor

DOI:

https://doi.org/10.37216/maqosid.v12i1.3023

Abstract

Setelah berabad-abad setelah kemunculan Islam, muncul berbagai aliran-aliran dan gerakan-gerakan dalam Islam. Organisasi-organisasi keIslaman tersebut membawa nuansa baru bagi perkembangan dakwah dan penyebaran Islam di Indonesia. Selain itu, setiap organisasi tersebut melaksanakan misi dakwah dengan menggunakan strategi dan metode masing-masing. Perbedaan strategi dan metode dakwah mereka menjadi indikasi bahwa perkembangan golongan Islam di Indonesia semakin bertambah plural.
Jama’ah tabligh merupakan salah satu kelompok yang memiliki pengaruh yang paling besar, pengikutnya sudah menyebar luas dari bagian barat sampai ke ujung timur wilayah Indonesia. Gerakan yang lahir dan berkembang di India ini, didirikan oleh Muhammad Ilyas bin Syaikh Muhammad Ismail pada tahun 1930. Muncul dan berkembangnya Jamaah Tabligh di Desa Lendang Nangka Dusun Gelogor dalam beberapa tahun terakhir menjadi sebuah fenomena baru dan menarik untuk dikaji secara lebih mendalam, untuk mengetahui konsep ajarannya dan bagaimana strategi yang digunakan dalam menjalankan dan menyebarkan misi dakwahnya. Berikut peneliti akan menguraikan secara lebih detail dan faktual tentang bagaimana Strategi Dakwah Jamaah Tabligh Terhadap Perubahan Sosial Masyarakat di Dusun Gelogor terutama dalam meramaikan masjid dengan solat berjamaah.

Keywords; Islam, Jamaah Tabligh, Shalat, Lombok
Islam merupakan agama yang rahmatan lil ‘alamin (rahmat bagi seluruh alam). Salah satu risalah dasar dalam ajaran Islam adalah menahan atau mencegah terjadinya kemungkaran (nahy anil munkar) dan melakukan aksi menyeru kepada perbuatan yang baik (amr bil ma’ruf). Nilai-nilai luhur dari ajaran Islam inilah yang kemudian dihajatkan bisa masuk dan meresap di dalam hati masyarakat yang akan menjadi orientasi bagi setiap sikap dan prilaku umat Islam Gerakan menahan atau mencegah kemunkaran dan melakukan aksi menyeru kepada perbuatan baik merupakan inti dari ajaran Islam. Dimana kedua aspek tersebut merupakan tindakan yang diwajibkan kepada setiap umat Islam untuk bergerak, untuk menyampaikan, dan untuk mengajak orang lain menuju perbuatan yang baik dan menjegah terjadinya kemunkaran. Dua aspek ini yaitu nahy anil munkar dan amr bil ma’ruf jika ditelaah secara lebih teliti ternyata memiliki dimensi social yang begitu penting. Di satu sisi kita sebagai umat Islam disuruh untuk melakuan perbuatan baik kepada diri sendiri dan pada sisi lain kita juga diperintahkan untuk melakuakan aksi kepedulian terhadap sesama yaitu membebasakan orang lain dari keburukan dan penderitaan.
Kuntowijoyo salah seorang ilmuan sosial terkemuka Indonesia dalam konsep ilmu sosial profetik (ISP) nya memberikan nama baru pada kedua islilah tersebut. Pertama, istilah amr maruf dalam konsepnya dibahasakan dengan gerakan humanisasi yaitu memanusiakan manusia, menghilangkan kebendaan, ketergantungan, kekerasan dan kebencian dari manusia. Konsep ini sangat sesuai dengan nilai dasar untuk mengajak kepada kebaikan. Kedua, istilah nahy anil munkar dinamakan gerakan Liberasi yaitu membebaskan manusia dari segala bentuk penindasan dan perbudakan.
Jika kita berkaca kepada sejarah peradaban Islam, maka kita tentu akan bersepakat bahwa lahirnya Nabi Muhammad SAW yang diturunkan di tengah-tengah negeri Arab yang penuh dengan budaya-budaya jahiliyah adalah sebagai juru selamat yang akan mengajak kembali kepada jalan Tuhan. kita percaya kelahirannya adalah sebuah anugerah dari Tuhan sebagai juru selamat yang akan membebaskan manusia dari kebodohan dan ketertindasan menuju kehidupan yang penuh dengan kemuliaan peradaban Islam.
Kemerosotan dan degradasi moral secara perlahan-lahan dan pasti mulai menggerogoti tubuh umat Islam. Terutama setelah peninggalan Nabi Muhammad SAW, berbagai permasalahan muncul dan seringkali tidak bisa terselesaikan sehingga berakhir kepada silang pendapat antar umat Islam yang kemudian sampai kepada perpecahan. Setelah berabad-abad lamanya muncul berbagai aliran-aliran dan gerakan-gerakan dalam Islam. Masing–masing kelompok saling mengkalaim bahwa kelompoknya yang paling benar dan mulai membangun gerakan untuk menyebarkan paham-paham mereka atas nama dakwah.
Indonesia dalam kurun waktu 3 dekade terakhir menjadi tujuan utama masuknya berbagai organisasi keIslaman yang berasal dari berbagai negara luar. Organisasi tersebut antara lain gerakan syi’ah, gerakan salafi, darul arqam, hizbut tahrir, ikhwanul muslimin, jamaah tabligh, jamaah tarbiyah, dan sebagainya. Organisasi-organisasi keIslaman tersebut membawa nuansa baru bagi perkembangan dakwah dan penyebaran Islam di Indonesia. Selain itu, setiap organisasi tersebut melaksanakan misi dakwah dengan menggunakan strategi dan metode masing-masing. Perbedaan strategi dan metode dakwah mereka menjadi indikasi bahwaperkembangan golongan Islam di Indonesia semakin bertambah plural.
Diantara semua organisasi keIslaman tersebut, jama’ah tabligh merupakan kelompok yang memiliki pengaruh yang paling besar, pengikutnya sudah menyebar luas dari bagian barat sampai ke ujung timur wilayah Indonesia. Gerakan yang lahir dan berkembang di India ini, didirikan oleh Muhammad Ilyas bin Syaikh Muhammad Ismail pada tahun 1930. Awal mula perkembangan jamaah tabligh di Indonesia dimulai pada tahun 1970 di Jakarta kemudian secara berangsur-angsur menyebar ke seluruh pelosok Indonesia. Penyebaran misi dakwah jamaah tabligh yang secara luas dan merata serta berlangsung dalam waktu relative singkat menjadi sebuah indikator keberhasilan gerakan ini jika dibandingkan dengan kelompok-kelompok Islam yang lain.
Disaat banyak golongan-golongan Islam yang mempunyai status sama sebagai gerakan Islam transnasional masuk ke Indonesia dan begitu gencar dengan melancarkan kampanye-kampanye pembentukan khilafah Islamiyah dan berbagai agenda politik, gerakan jamaah tabligh tetap eksis dengan menjalankan gerakan dakwah berbasis Islam cultural tradisional. Inilah yang kemudian menjadi poin penting dalam perjalanan dakwah jamaah tabligh dan mendapat simpati dari masyarakat. Dalam sebuah Hadits shahih, Rasulullah SAW bersabda:

Artinya : Dari ‘Abdullah bin ‘Umar ra dituturkan, bahwasanya Rasulullah saw bersabda, “Sampaikanlah dariku walaupun satu ayat”.
Maka dari itu di Dusun Gelogor Desa Lendang Nangka Kecamatan Masbagek merupakan salah satu wilayah Indonesia bagian timur yang menjadi tempat tujuan Jamaah Tabligh dalam menjalankan aktivitas dakwah mereka. Aktivitas gerakan Jamaah Tabligh dalam melaksanakan misi dakwahnya ke desa Lendang Nangka di mulai sekitar tahun 2006, yang mana pada awalnya mereka mengunjungi salah satu masjid yang terdapat di dusun Gelogor desa Lendang Nangka yaitu Masjid Nurul Iman, kedatangan jamaah ini tentu tidak semau-maunya, merekapun meminta izin kepada masyarakat terutama tokoh agama dan tokoh masayarakat setempat, supaya masyarakat tidak berpikir yang negatif tentang jamaah ini dan tidak ada kesalah pahaman antara masyarakat desa Lendang Nangka dengan jamaah tabligh, dan pada akhirnya mereka pun di terima dengan baik oleh masyarakat setempat untuk menjalankan misi dakwahnya. Melihat kondisi masyarakat dusun Gelogor desa Lendang Nangka sebelum kedatangan Jamaah Tabligh, yang dimana dalam kegiatan shalat bejamaah di masjid Nurul Iman sangat rendah dan hanya beberapa orang saja yang mau melangkahkan kakinya ke masjid, kebanyakan masyarakat lebih memilih untuk shalat di rumah mereka masing-masing.

References

Aripudin Acep. Pemgembangan Metode Dakwah. Yogyakarta: Cendekiawan Muslim. 2012.

Departemen Pendidikan Nasional, Kamus Lengkap Bahasa Indonesia Edisi Keempat. Jakarta : Gramedia, 2000.

Dermawan, Andy, Dkk. Metodologi Ilmu Dakwah. Yogyakarta : Kurnia Kalam Semesta, 2002.

Fathul Bahri An-Nabiry, Meniti Jalan Dakwah Bekal Perjuangan Para Da’i. Jakarta : Amzah. 2008.

Hamidi, Teori Komunikasi dan Strategi Dakwah. Malang : UMM Press. 2010.

Mawardi dan Nur Hidayati, Ilmu Alamiah Darsar, Ilmu Sosial Dasar, Ilmu Budaya Dasar. Bandung : CV. Pustaka Setia. 2007.

Moleong. Metodelogi pendidikan kualitatif. Bandung: PT. Remaja Rosda Karya. 2011.

Muhyidin, Asep dan Agus Ahmad Safei. Metode Pengembangan Dakwah. Bandung : CV Pustaka Setia. 2002.

Noor, Arifin. Ilmu Sosial Dasar. Bandung : Pustaka Setia, 2007

Siti Muriah. Metodologi Dakwah Kontemporer. Yogyakarta: Mitra Pustaka. 2000.

Soerjono Soekanto, Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta : CV. Rajawali.1990.

Wahidin Saputra. Pengantar Ilmu Dakwah. Jakarta : Rajawali Pers. 2011.

Yayasan Penyelenggara Penterjemah Al-Qur’an. al-QUR’AN dan Terjemahan. Bandung: Sinar Baru Algesindo. 2008.

Downloads

Published

2025-12-18

How to Cite

Ihsan, M. (2025). Strategi Dakwah Jamaah Tabligh dan Perubahan Sosial di Lombok. MAQOSID (Jurnal Studi Keislaman Dan Hukum Ekonomi Syariah), 12(1), 42–62. https://doi.org/10.37216/maqosid.v12i1.3023