Prinsip Dasar Pembangunan dan Pertumbuhan Ekonomi Islam

Authors

  • Lalu Muhamad Iswandi IAI Hamzanwadi Pancor Lombok Timur

DOI:

https://doi.org/10.37216/maqosid.v11i1.3028

Abstract

Seiring dengan berkembangnya zaman, maka semakin beragam sendi kehidupan manusia dalam melakukan bisnis dan usaha untuk memenuhi kebutuhan hidup dan keadaan yang lebih baik demi menatap masa depan yang gemilang oleh sebab itu Islam menawarkan sistem pembangunan dan menumbuhkan ekonomi masyarakat demi terciptanya kesejahteraan. Konsep yang ditawarkan oleh Islam dalam pembangunan dan pertumbuhan ekonomi tidak hanya berlaku untuk orang Islam saja tetapi berlaku secara universal. Itulah makna islam sebagai rahmat bagi seluruh alam (rahmatan lil alamin).
Dalam hal ini ada beberapa poin yang hendak dijadikan dasar pemikiran dalam melihat konsep dan aktivitas pembangunan dan pertumbuhan ekonomi Islam. Pertama, prinsip dasar pembangunan ekonomi Islam. Kedua, prinsip dasar pertumbuhan ekonomi Islam. Ketiga, tolak ukur pertumbuhan ekonomi Islam. Dan yang ke Empat, perbedaan antara pembangunan dan pertumbuhan ekonomi. Dalam kehidupan dan pembentukan karakter insani yang berkualitas, Islam mendasarkan pembangunan ekonomi pada pembentukan setiap individu yang bermuara kepada ketuhanan sebagai kontrol setiap perbuatan dan tindakan manusia di dalam kehidupan bermu’amalah setiap harinya.

Keywords; Pembangunan, Ekonomi Islam, Individu, Pelaku Ekonomi, Pemerintah.

Sebelum tahun 1997, banyak pihak memuji prestasi pembangunan ekonomi Indonesia sebagai salah satu High Performing Asian Economy Countries yang memiliki kinerja perekonomian yang sangat mengagumkan. Tetapi karena hantaman krisis ekonomi yang berawal dari depresi Rupiah pada bulan Juli 1997, semua keajaiban ini menjadi sirna dan terseok-seok dalam krisis ekonomi yang berkepanjangan. Bahkan sampai sekarang keadaan ekonomi Indonesia belum pulih kembali.
Pasca krisis ekonomi tahun 1997, pergeseran dalam hirarki nilai masyarakat Indonesia terjadi secara akumulatif dan mendorong tidak saja penisbian beberapa nilai hidup tertentu tetapi juga, sebaliknya, pemutlakan beberapa nilai hidup lainnya. Kenyataan ini telah menjadi salah satu titik perhatian dalam setiap pembahasan tentang pembangunan modern atau modernisasi di Indonesia. Pembicaraan ini tentu menyangkut agama, yang terkait dengan fungsi agama sebagai sumber terpenting kesadaran makna (sense of meaning) bagi umat manusia.
Pertama kali hendaknya kita ingat dan peringatkan bahwa pembahasan tentang konsep pembangunan secara ilmiah dan obyektif harus bebas dari kepentingan tertentu. Apakah itu berupa kepentingan golongan, atau kaum, atau paham yang sempit. Sebaliknya, perlu dikemukakan saran-saran secara rasional berdasarkan kenyataan dan perwujudannya dewasa ini sehingga kita dapat melaksanakannya.
Islam sendiri melihat pembangunan menurut pengertian yang luas dan menyeluruh dengan menekankan pembangunan insan atau manusia seutuhnya (human development). Puncaknya adalah kehidupan yang seindah-indahnya (fi> ahsani taqwi>im). Pembangunan dalam pengertian ini bermaksud menyusun rumusan di bidang sosial, ekonomi, hukum dan sistem menyusun nilai menuju keadaan yang sesuai dengan hakikat atau jati diri fitrah manusia. Dalam Islam, pembangunan adalah dalam pengertian suatu konsep yang menempati peringkat jiwa (ruhani) yang oleh para sarjana muslim disebut sebagai tazki>yat an nafs. Berdasarkan firman Allah SWT dalam al-Qur’an al-Karim yang artinya:

Sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu, dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya.

References

Chapra, M. Umer. dkk. Etika Ekonomi Politik Elemen-Elemen Strategis Pembangunan Masyarakat Islam. Surabaya: Risalah Gusti, 1997.

--------. Islam dan Pembangunan Ekonomi, ter. Ikhwan Abidin. Jakarta: Gema Insani Press, 2000.

Danim, Sudarwan. Transformasi Sumberdaya Manusia. Jakarta: Bumi Aksara, 1994.

Dunya, Tamwilal-Tanmi>yah Fi> al-Iqtisod al-Islami. Beirut: Muassasah al-Risalah, 1984.

Jhingan, M.L. Ekonomi Pembangunan dan Perencanaan. Jakarta: Rajawali pers, 2012.

Kaaf (al), Abdullah Zaky. Ekonomi dalam Perspektif Islam. Bandung: CV Pustaka Setia, 2002.

Karim, Adiwarman Azwar. Ekonomi Mikro Islam, Edisi IV. Jakarta: PT Rraja Grafindo Persada, 2012.

Khursyid, Ahmad. al-Tanmiyah al-Iqtisodi>yah fi> Ithorin Islami>yin, ter. Rafiq al Misri, Majalah Abhas al-Iqtis}od al-Islam>i, No 2, bagian 2, 1985.

Manan, Abdul. Hukum Ekonomi Syari’ah dalam Perspektif Kewenangan Peradilan Agama. Jakarta: Kencana, 2012.

--------, Ekonomi Makro Islam. Jakarta: Rajawali Perss, 2011.

Madjid, Nurcholish. Islam Dokterin dan Peradaban, Jakarta: PT Dian Rakyat, 2005.

Munawwir, Ahmad Warson. Kamus al-Munawwir Arab-Indonesia Lengkap. Surabaya: Pustaka Progressif, 1997.

Nabi, Malik bin. al-Muslim fi> ‘Alam al-Iqtisod. Beirut: Da>r al-Syuruq, 1974.

Nasution, Harun dan Azyumardi Azra. Perkembangan Modern dalam Islam. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia, 1985.

Nasution, Mustafa Edwin, et.al., Ekonomi Islam. Jakarta: Kencana, 2007.

Nawawi, Ismail. Pembangunan Dalam Perspektif Islam Kajian Ekonomi, Sosial dan Budaya. Surabaya: CV. Putra Media Nusantara, 2009.

--------, Ekonomi Islam, perspektif Konsep, paradigma, Model, Teori dan Aspek Hukum. Surabaya: Vira Jaya Multi pres, 2008.

Pusat Pengkajian dan Pengembangan Ekonomi Islam (P3EI) Universitas Islam Indonesia Yogyakarta atas Kerjasama dengan Bank Indonesia, Ekonomi Islam. Jakarta: Rajawali Perss, 2012.

Taimi>yah, Ibnu, Majmu’ Fatwa Ibnu Taimi>yah Tentang Amar Ma’ruf Nahi Munkar dan Kekuasaan, Si>yasah, Syari’iyah dan Jihad fi> Sabi>lillah, ter. Ahmad Syaikhu. Jakarta: Darul Haq, 2007.

Yusuf, Ibrahim. Istiratiji>yatu wa Tiknik al-Tanmi>yah al-Iqtisodi>yah fi> al-Islam. Kairo: al-Ittihad al-Dauli> li al-Bunu>k al-Islami>yah, 1981.

Downloads

Published

2025-12-19

How to Cite

Muhamad Iswandi , L. (2025). Prinsip Dasar Pembangunan dan Pertumbuhan Ekonomi Islam. MAQOSID (Jurnal Studi Keislaman Dan Hukum Ekonomi Syariah), 11(1), 33–53. https://doi.org/10.37216/maqosid.v11i1.3028