Nilai Inklusif di Sekolah Era Digital Dalam Perspektif Pendidikan Islam
DOI:
https://doi.org/10.37216/tadibjurnalpendidikanislamdanisu-isusosial.v24i1.3258Abstract
Pendidikan inklusif merupakan paradigma pendidikan yang menjamin kesetaraan hak bagi seluruh peserta didik tanpa diskriminasi. Prinsip ini sejalan dengan ajaran Islam yang menegaskan persamaan derajat manusia, sebagaimana firman Allah SWT: “Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah yang paling bertakwa” (QS. Al-Hujurat: 13). Selain itu, nilai keadilan juga ditegaskan dalam Al-Qur’an: “Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan” (QS. An-Nahl: 90). Dalam hadis, Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya Allah tidak melihat kepada rupa dan harta kalian, tetapi Dia melihat kepada hati dan amal kalian” (HR. Muslim No. 2564), serta “Tidak sempurna iman seseorang hingga ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri” (HR. Bukhari No. 13; Muslim No. 45).
Era digital, implementasi pendidikan inklusif menghadapi tantangan berupa kesenjangan akses teknologi, rendahnya literasi digital, serta keterbatasan kompetensi pendidik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep nilai inklusif dalam perspektif pendidikan Islam, serta implementasinya di sekolah pada era digital. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kepustakaan (library research).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai inklusif dalam pendidikan Islam berlandaskan prinsip keadilan, kesetaraan, dan kemanusiaan yang bersumber dari Al-Qur’an dan Hadis. Integrasi nilai Islam dengan teknologi pendidikan menjadi kunci dalam menciptakan sistem pendidikan yang adaptif, humanis, dan berkeadilan. Dengan demikian, pendidikan inklusif berbasis nilai Islam memiliki relevansi kuat dalam menghadapi tantangan era digital serta berkontribusi dalam membangun masyarakat yang toleran, harmonis, dan berkeadaban.
References
Al-Attas, Syed Muhammad Naquib. The Concept of Education in Islam. Kuala Lumpur: ISTAC, 1999.
Al-Ghazali. Ihya Ulumuddin. Beirut: Dar al-Kutub al-‘Ilmiyyah, tanpa tahun.
Al-Qur’an al-Karim.
Anderson, Terry. The Theory and Practice of Online Learning. Edmonton: AU Press, 2008.
Arifin, H.M. Ilmu Pendidikan Islam. Jakarta: Bumi Aksara, 2010.
Azra, Azyumardi. Pendidikan Islam: Tradisi dan Modernisasi. Jakarta: Kencana, 2015.
Daradjat, Zakiah. Ilmu Pendidikan Islam. Jakarta: Bumi Aksara, 2014.
Dewantara, Ki Hajar. Pendidikan. Yogyakarta: Taman Siswa, 1962.
Hidayat, A., dan A. Supriyanto. Manajemen Pendidikan di Era Digital. Jakarta: Rajawali Pers, 2021.
Ibnu Katsir. Tafsir Al-Qur’an al-‘Azhim. Beirut: Dar al-Fikr, 2021.
Ibnu Khaldun. Muqaddimah. Beirut: Dar al-Fikr, 2004.
Mulyasa, E. Manajemen Pendidikan Karakter. Jakarta: Bumi Aksara, 2022.
Muhaimin. Paradigma Pendidikan Islam. Bandung: Remaja Rosdakarya, 2009.
Munir. Pembelajaran Digital. Bandung: Alfabeta, 2017.
Nata, Abuddin. Ilmu Pendidikan Islam. Jakarta: Kencana, 2012.
Rahman, Fazlur. Islam and Modernity: Transformation of an Intellectual Tradition. Chicago: University of Chicago Press, 1982.
Saptadi, dkk. Pendidikan Inklusif. Jakarta: Prenada Media, 2023.
Selwyn, Neil. Education and Technology: Key Issues and Debates. London: Routledge, 2016.
Tilaar, H.A.R. Pendidikan dan Kebudayaan. Jakarta: Rineka Cipta, 2012.
UNESCO. Education for Sustainable Development Goals: Learning Objectives. Paris: UNESCO, 2020.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Hoerul Umam, Muhamad Andhis Abdillah, Roihatul Jannah

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.










