Kritik Ideologi Kurikulum Bahasa Arab di Indonesia: Analisis Filosofis dan Relevansinya dalam Kurikulum Merdeka
DOI:
https://doi.org/10.37216/lughatuad-dhat.v7i1.3230Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara kritis ideologi yang mendasari kurikulum Bahasa Arab di Indonesia serta relevansinya dalam konteks Kurikulum Merdeka. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain Critical Discourse Analysis (CDA) yang dipadukan dengan pendekatan filosofis. Data diperoleh melalui studi dokumentasi terhadap kurikulum, buku ajar, dan kebijakan pendidikan terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kurikulum Bahasa Arab masih didominasi oleh paradigma tradisional yang berorientasi pada aspek gramatikal dan tekstual, sehingga kurang mendukung pengembangan kompetensi komunikatif dan berpikir kritis peserta didik. Secara filosofis, kurikulum mencerminkan paradigma esensialisme dan perenialisme yang belum sepenuhnya selaras dengan prinsip Kurikulum Merdeka. Oleh karena itu, diperlukan rekonstruksi kurikulum yang lebih adaptif, komunikatif, dan berbasis kompetensi untuk menjawab tuntutan pembelajaran abad ke-21.






