Kritik Ideologi Kurikulum Bahasa Arab di Indonesia: Analisis Filosofis dan Relevansinya dalam Kurikulum Merdeka

Penulis

  • Anisah Firdausi Nuzula UIN Sunan Ampel Surabaya
  • Maftukh Ghulam Mursyidan UIN Sunan Ampel Surabaya
  • Umi Hanifah UIN Sunan Ampel Surabaya

DOI:

https://doi.org/10.37216/lughatuad-dhat.v7i1.3230

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara kritis ideologi yang mendasari kurikulum Bahasa Arab di Indonesia serta relevansinya dalam konteks Kurikulum Merdeka. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain Critical Discourse Analysis (CDA) yang dipadukan dengan pendekatan filosofis. Data diperoleh melalui studi dokumentasi terhadap kurikulum, buku ajar, dan kebijakan pendidikan terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kurikulum Bahasa Arab masih didominasi oleh paradigma tradisional yang berorientasi pada aspek gramatikal dan tekstual, sehingga kurang mendukung pengembangan kompetensi komunikatif dan berpikir kritis peserta didik. Secara filosofis, kurikulum mencerminkan paradigma esensialisme dan perenialisme yang belum sepenuhnya selaras dengan prinsip Kurikulum Merdeka. Oleh karena itu, diperlukan rekonstruksi kurikulum yang lebih adaptif, komunikatif, dan berbasis kompetensi untuk menjawab tuntutan pembelajaran abad ke-21.

Diterbitkan

2026-07-25

Cara Mengutip

Anisah Firdausi Nuzula, Maftukh Ghulam Mursyidan, & Umi Hanifah. (2026). Kritik Ideologi Kurikulum Bahasa Arab di Indonesia: Analisis Filosofis dan Relevansinya dalam Kurikulum Merdeka. Lughatu Ad-Dhat, 7(1), 12–23. https://doi.org/10.37216/lughatuad-dhat.v7i1.3230

Terbitan

Bagian

Articles

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama