Traditionalist And Islamist Pesantren In Contemporery Indonesia
DOI:
https://doi.org/10.37216/fikroh.v9i2.2805Abstract
Pesantren adalah lembaga pendidikan tradisional yang tidak hanya identik dengan keislaman, melainkan juga asli Indonesia ((indigenous). Terjadinya pemboman di Bali hingga menewaskan dua ratus orang, yang pelakunya oleh kalangan pesantren, yaitu Ngeruki, memberikan citra negatif terhadap pesantren. Tentunya tidak masuk akal, jika pesantren yang telah ratusan tahun menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat kemudian melakukan yang jurstru merugikan masyarakat umu itu sendiri. Walaupun ada satu atau dua pesantren dan beberapa orang menyebut dirinya sebagai santri dan terbukti melakukan kekerasan agama atau menjadi pelaku terorisme, maka dapat dipastikan bahwa pemikiran, pemahaman, sikap, dan tindakan seperti itu adalah sesuatu yang terputus serta mencerderai fakta sejarah serta ekistensi pesantren dan santri yang sebenernya.
References
Dhofier, Zamakhsyari, Tradisi Pesantren: Studi Tentang Pandangan Hidup Kyai, Jakarta: LP3ES, 1982, h. 18
Fatta, Agus Salim, Pesantren Bukan Sarang Teroris: Melawan Radikalisasi Agama, Ciputat: Compass, 2010
Hing, Lee Kam, Education and Politic in Indonesia 1945-1965, Malaysia:University of Malaya Press, 1995
Kamus Bahasa Indonesia, Jakarta: Pusat Bahasa, 2008, h. 1071
Madjid, Nurcholish, Bilik-Bilik Pesantren: Sebuah Potret Perjalanan, Jakarta: Paramadina, 1997
Steenbrink, Karel A, Pesantren Madrasah Sekola: Pendidikan Islam dakan Kurun Modern, Jakarta: LP3ES, 1994
Wahid, Abdurrahma , Menggerakkan Tradisi, Yogyakarta: LKIS, 2001
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 SAMSUL ANWAR

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.






