Mengembangkan Literasi Emosional Berbasis Keagamaan Melihat Peran Guru Menanggulangi Bullying di MI Darussibyan Tiwu Lekong Perapen Kecamatan Praya
DOI:
https://doi.org/10.37216/fikroh.v10i1.3678Kata Kunci:
: Peran Guru Kelas, Literasi Emosional, Bullying, Madrasah IbtidaiyahAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran guru kelas dalam mengatasi perilaku bullying di MI Darussibyan Tibu Lekong, Kelurahan Perapen, Kecamatan Praya. Bullying merupakan salah satu permasalahan serius dalam dunia pendidikan yang berdampak negatif terhadap perkembangan psikologis, sosial, dan akademik peserta didik. Oleh karena itu, guru kelas memiliki posisi strategis dalam mencegah dan menangani perilaku tersebut di lingkungan sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam dengan guru kelas dan kepala madrasah, serta dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran guru kelas dalam mengatasi perilaku bullying meliputi: (1) sebagai pendidik yang menanamkan nilai-nilai karakter dan empati kepada siswa; (2) sebagai pembimbing yang memberikan pendampingan kepada korban maupun pelaku bullying; (3) sebagai pengelola kelas yang menciptakan lingkungan belajar yang aman dan kondusif; (4) sebagai mediator dalam menyelesaikan konflik antar siswa; serta (5) sebagai teladan dalam membangun sikap saling menghargai. Upaya yang dilakukan guru kelas terbukti mampu meminimalisir terjadinya bullying meskipun masih ditemukan beberapa kendala, seperti kurangnya keterlibatan orang tua dan pengaruh lingkungan luar sekolah.
Referensi
Asri, Toriq Zainul, and Muh Zakaria. “The Moral View of Islamic Education in the Book ‘Religious Logic: The Position of Revelation and the Limits of Reason in Islam’ by M. Quraish Shihab.” EDUJAVARE: International Journal of Educational Research 4, no. 02 (July 2026): 299–309. https://doi.org/10.70610/edujavare.v4i02.1610.
Coloroso, B. (2007). The bully, the bullied, and the bystander. Serambi.
Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. (2020). Pedoman sekolah ramah anak. KPPPA.
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2017). Penguatan pendidikan karakter. Kemendikbud.
Komisi Perlindungan Anak Indonesia. (2022). Laporan tahunan perlindungan anak. KPAI.
Miles, M. B., & Huberman, A. M. (2014). Analisis data kualitatif. UI Press.
Moleong, L. J. (2017). Metodologi penelitian kualitatif. Remaja Rosdakarya.
Mulyasa, E. (2013). Menjadi guru profesional. Remaja Rosdakarya.
Sardiman. (2012). Interaksi dan motivasi belajar mengajar. Rajawali Pers.
Sugiyono. (2019). Metode penelitian kualitatif, kuantitatif, dan R&D. Alfabeta.
Suyanto, B. (2010). Masalah sosial anak. Kencana.
Umami, Riza, and Muhammad Zakaria. “A Digital Interfaith Simulation-Based Islamic Religious Education Learning Model to Strengthen Religious Moderation.” EDUJAVARE: International Journal of Educational Research 4, no. 02 (August 2026): 1447–56. https://doi.org/10.70610/edujavare.v4i02.1935.
Zakaria, Muh, and Ririn Aprilia. “Interdependensi Keluarga Broken Home Terhadap Peningkatan Motivasi Belajar Siswa.” Ta’dib: Jurnal Pendidikan Islam Dan Isu-Isu Sosial 22, no. 1 (June 2024): 1. https://doi.org/10.37216/tadib.v22i1.1562.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Fikroh Jurnal Studi Islam

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.








