Pembentukan Karakter Peserta Didik melalui Layanan Konseling Individu Bimbingan dan Konseling di Sekolah
Keywords:
Pembentukan Karakter Peserta Didik, Layanan Konseling IndividuAbstract
Pendidikan memliki peran yang sangat penting dalam membentu karakter dan kualitas suatu bangsa. Dalam konteks ini, layanan bimbingan dan konseling (BK) memegang peranan krusial sebagai bagian integral dari sistem pendidikan. Pelaksanaan layanan konseling individu di MA Hamzanwadi Pancor menunjukkan bahwa pendekatan yang terencana dan berkelanjutan dapat membantu peserta didik memahami diri, mengelola emosi, dan memperbaiki perilaku. Metode pengabdian yang digunakan dalam kegiatan ini adalah layanan konseling individu, yaitu layanan tatap muka antara konsselor (guru BK) dan konseli untuk membantu peserta didik memahami diri, mengelola emosi, serta memperbaiki perilaku. Sampel dalam kegiatan ini melibatkan 10 peserta didik MA Hamzanwadi Pancor yang dipilih berdasarkan catatan perilaku atau kedisiplinan yang perlu dibina dan rekomendasi dari guru BK dan juga wali kelas. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling, yaitu pemilihan sampel berdasarkan pertimbangan dan kriteria tertentu. Alasan penggunaan purposive sampling karena menyesuaikan sampel dengan fokus kegiatan, yaitu pembentukan karakter melalui konseling dan memilih peserta didik yang benar-benar membutuhkan layanan konselin individu. Keberhasilan ini menguatkan bahwa layanan konseling individu mampu menjadi sarana pembinaan karakter yang efektif jika didukung oleh kerja sama antara guru BK, orang tua, dan pihak sekolah. Dengan demikian, layanan bimbingan dan onseling, khususnya layanan perencanaan individual, sangat penting dalam membantu peserta didik merumuskan masa depan, mengembangkan potensi diri, serta membentuk karakter yang mandiri, disiplin, dan berakhlak mulia
