Membentengi Siswa Dari Konten Negatif Media Sosial Melalui Pendidikan Qur’ani

Authors

  • Salman Jauhari Institut Agama Islam Hamzanwadi Pancor
  • Tuti Handayani IAI Hamzanwadi Pancor

DOI:

https://doi.org/10.37216/tadibjurnalpendidikanislamdanisu-isusosial.v23i2.2678

Keywords:

Media sosial, pendidikan Qur’ani, karakter siswa, konten negatif, nilai Islam.

Abstract

Perkembangan pesat media sosial telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan siswa di era digital. Meskipun memberikan kemudahan akses informasi dan komunikasi, media sosial juga menyimpan potensi bahaya berupa konten negatif seperti pornografi, kekerasan, hoaks, ujaran kebencian, hingga paham radikal yang dapat mengikis moral dan karakter generasi muda. Artikel ini bertujuan mengkaji peran pendidikan Qur’ani dalam membentengi siswa dari dampak negatif media sosial melalui pendekatan kualitatif deskriptif dan studi literatur yang diperkuat dengan wawancara serta observasi. Hasil kajian menunjukkan bahwa nilai-nilai Qur’ani seperti taqwa, amanah, iffah (menjaga kehormatan), dan hilm (kesabaran) berfungsi sebagai filter moral dan spiritual bagi siswa. Pendidikan Qur’ani dapat menjadi perisai ampuh bagi siswa dalam menghadapi derasnya arus konten negatif di media sosial. Kita akan menelusuri ancaman, peluang, dan strategi kolaboratif untuk membentuk generasi digital yang berakhlak mulia. Dengan demikian, pendidikan Qur’ani berperan ganda: sebagai instrumen preventif yang mencegah siswa dari paparan konten negatif, serta sebagai instrumen kuratif yang memperbaiki pola pikir dan perilaku siswa yang telah terdampak. Melalui integrasi yang konsisten dan berkelanjutan antara pengajaran Al-Qur’an, penguatan akhlak, serta pembinaan literasi digital, diharapkan lahir generasi digital yang cerdas, kritis, berakhlak mulia, dan berdaya saing tinggi, namun tetap kokoh berpegang pada nilai-nilai Islam. Penelitian ini merekomendasikan agar pendidikan Qur’ani menjadi landasan utama dalam strategi pendidikan karakter di era digital, sehingga siswa mampu mengoptimalkan manfaat media sosial sekaligus terhindar dari dampak destruktifnya.Pendidikan Qur’ani bukan sekadar pengajaran baca-tulis Al-Qur’an, tetapi juga proses internalisasi nilai-nilai adab dan akhlak yang mampu mengarahkan siswa untuk menggunakan media sosial secara bijak, produktif, dan bertanggung jawab. Integrasi pendidikan Qur’ani yang komprehensif di sekolah dan keluarga menjadi strategi preventif yang efektif dalam membangun generasi cerdas digital dan kuat spiritual

References

Alwi, H., & Sugono, D. (2000). Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.

Azra, A. (2012). Pendidikan Islam: Tradisi dan modernisasi menuju milenium baru. Jakarta: Kencana.

Hidayatullah, M. F. (2010). Pendidikan karakter: Membangun peradaban bangsa. Surakarta: Yuma Pustaka.

Ihsan, F. (2001). Dasar-dasar kependidikan. Jakarta: Rineka Cipta.

Jalaluddin. (2002). Psikologi agama. Jakarta: RajaGrafindo Persada.

Nasution, H. (2000). Islam rasional: Gagasan dan pemikiran. Bandung: Mizan.

Nurdin, I. (2015). Pendidikan karakter berbasis Al-Qur’an. Jurnal Pendidikan Islam, 1(2), 115–130.

Qodir, Z. (2016). Sosiologi agama: Perspektif modern tentang agama dan masyarakat. Yogyakarta: IRCiSoD.

Quraish Shihab, M. (2000). Wawasan Al-Qur’an: Tafsir maudhu’i atas pelbagai persoalan umat. Bandung: Mizan.

Rahardjo, M. D. (2014). Pengaruh media sosial terhadap perilaku remaja. Jurnal Komunikasi, 9(2), 123–134.

Rofiuddin, A. (2020). Dampak negatif media sosial terhadap remaja dan solusinya. Jurnal Komunikasi Islam, 10(1), 33–45.

Santrock, J. W. (2011). Educational psychology (5th ed.). New York: McGraw-Hill.

Subandi, M. A. (2016). Peran nilai-nilai Qur’ani dalam pembentukan karakter siswa. Jurnal Pendidikan Islam, 4(1), 45–58.

Sukiman. (2012). Pengembangan media pembelajaran pendidikan agama Islam. Yogyakarta: Pustaka Insan Madani.

Wahyuni, E. (2019). Media sosial dan tantangan pendidikan karakter di era digital. Jurnal Pendidikan Karakter, 10(2), 77–89.

Wahyuni, S. (2021). Peran pendidikan Qur’ani dalam membentuk karakter siswa di era digital. Jurnal Studi Pendidikan Islam, 5(1), 65–80.

Yusuf, S. (2010). Psikologi perkembangan anak dan remaja. Bandung: Remaja Rosdakarya

Downloads

Published

2025-12-04

How to Cite

Jauhari, S., & Handayani, T. (2025). Membentengi Siswa Dari Konten Negatif Media Sosial Melalui Pendidikan Qur’ani. Ta’dib: Jurnal Pendidikan Islam Dan Isu-Isu Sosial, 23(2), 266–279. https://doi.org/10.37216/tadibjurnalpendidikanislamdanisu-isusosial.v23i2.2678

Similar Articles

<< < 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.