Pendidikan di Perkotaan dan Pedesaan
DOI:
https://doi.org/10.37216/tadibjurnalpendidikanislamdanisu-isusosial.v24i1.2894Abstract
Penelitian ini mengkaji tentang pendidikan di perkotaan dan pedesaan dan dan menghasilkan gambaran yang jelas dan komprehensif mengenai lanskap pendidikan perkotaan dan pedesaan di Indonesia, serta mengidentifikasi area-area kritis yang memerlukan perhatian lebih lanjut dalam upaya mencapai keadilan dan pemerataan pendidikan di seluruh pelosok negeri.Bangsa Indonesia, sebagai negara kepulauan yang luas dengan keragaman geografis yang mencolok, menyajikan lanskip sosial dan ekonomi yang berbeda antara daerah perkotaan dan pedesaan. Perbedaan ini secara signifikan mempengaruhi berbagai aspek kehidupan, termasuk sektor pendidikan yang memainkan peran penting dalam pengembangan sumber daya manusia. karakteristik pendidikan antara daerah perkotaan dan pedesaan di Indonesia dan hambatan utama dalam pelaksanaan pendidikan di daerah perkotaan dan pedesaan serta upaya yang telah diidentifikasi dalam literatur untuk mengatasi kesenjangan pendidikan antara daerah perkotaan dan pedesaan di Indonesia. Ada kesenjangan yang nyata antara pendidikan di daerah perkotaan dan pedesaan di Indonesia. Kesenjangan ini tercermin dalam aspek akses pendidikan, kualitas pembelajaran, ketersediaan infrastruktur, dan sumber daya manusia pendidik. Pemerintah telah menjalankan berbagai program dan kebijakan untuk mengatasi kesenjangan ini, seperti program Afirmasi BOS, Indonesia Mengajar, Guru Garis Depan, dan Kurikulum Mandiri
References
Badan Pusat Statistik. (2022). Statistik Pendidikan Indonesia 2022. Jakarta: BPS.
Diakses dari: https://www.bps.go.id
Fahmi, M. (2019). Kesenjangan Pendidikan di Indonesia: Studi Kasus Perkotaan dan Perdesaan. Jurnal Ekonomi dan Pendidikan, 16(1), 24–33. https://doi.org/10.21831/jep.v16i1.12345
Kemendikbudristek. (2023). Profil Pendidikan Indonesia. Jakarta: Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
Diakses dari: https://www.kemdikbud.go.id
Kemendikbudristek. (2021). Panduan Program Sekolah Penggerak. Jakarta: Direktorat Jenderal PAUD, Dikdas, dan Dikmen.
Diakses dari: https://sekolah.penggerak.kemdikbud.go.id
Kompas.com. (2023, 12 Januari). Pendidikan di Pedesaan Masih Tertinggal, Ini Upaya Pemerintah. Diakses dari https://www.kompas.com
Mustaghfiroh, S. (2020). Konsep “Merdeka Belajar” dalam Perspektif Aliran Progresivisme John Dewey. Jurnal Studi Guru dan Pembelajaran, 3(1), 141–147. https://doi.org/10.30605/jsgp.3.1.2020.331
Mulyasa, E. (2007). Manajemen Berbasis Sekolah. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Nurdin, E. S. (2019). Kebijakan Pendidikan dan Pemerataan Akses di Indonesia. Jakarta: RajaGrafindo Persada
Putri, A. D. (2021). Disparitas Pendidikan di Indonesia: Tantangan dan Solusi. Jurnal Pendidikan dan Pembangunan, 9(2), 78–89.
Supriyanto, T. (2014). "Pendidikan dan Tantangan Globalisasi". Jurnal Pendidikan, 18(1), 45-56.
Tilaar, H. A. R. (2002). Perubahan Sosial dan Pendidikan. Jakarta: Grasindo
UNESCO. (2021). Global Education Monitoring Report: Non-State Actors in Education – Who Chooses? Who Loses?. Paris: UNESCO Publishing.
Diakses dari: https://en.unesco.org/gem-report
Yayasan Indonesia Mengajar. (2022). Laporan Tahunan Program Pengiriman Pengajar Muda. Jakarta: Indonesia Mengajar.
Diakses dari: https://indonesiamengajar.org
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Nana Mulyana, Muhamad Rifqy Syifa'a Nurrahman, Akhmad Roziqin, Hilman Mauludin

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.










