ANALISIS REPRESENTASI PROMOSI KESEHATAN MENTAL DALAM VIDEO KAMPANYE YOUTUBE: PERSPEKTIF PENCEGAHAN PRIMER DAN SEKUNDER

Penulis

  • Farah Nur Amelia Sabina UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
  • Nasichah
  • Choirunnisa

DOI:

https://doi.org/10.37216/at-taujih;jurnalbimbingankonselingislam.v4i1.2539

Kata Kunci:

Promosi kesehatan mental, kampanye digital, pencegahan primer dan sekunder

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi promosi kesehatan mental dalam video kampanye YouTube dari kanal Suara Tirta, khususnya melalui pendekatan pencegahan primer dan sekunder. Dengan menggunakan metode analisis tematik terhadap komentar-komentar pengguna pada video berjudul “Jika Mengalami Depresi, Jangan Dipendam”, penelitian ini mengeksplorasi bagaimana audiens memaknai dan merespons pesan-pesan kampanye digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa video tersebut tidak hanya menyampaikan edukasi kesehatan mental secara empatik, tetapi juga menjadi pemicu refleksi personal dan sarana coping digital bagi penontonnya. Tiga tema utama yang muncul dari komentar audiens meliputi: penguatan emosional, ekspresi distress dan kebutuhan dukungan, serta ritual digital sebagai bentuk mekanisme koping. Selain mencerminkan keberhasilan strategi promosi preventif, temuan ini juga mengungkap adanya kebutuhan mendesak terhadap integrasi antara kampanye digital dan sistem layanan kesehatan jiwa. Penelitian ini merekomendasikan agar kampanye kesehatan mental digital dikembangkan secara lebih responsif dan kolaboratif, dengan menyediakan akses konkret menuju dukungan profesional guna menciptakan ruang digital yang aman, empatik, dan berdaya dukung tinggi bagi masyarakat.

Diterbitkan

2025-12-14

Cara Mengutip

Sabina, F. N. A., Nasichah, & Choirunnisa. (2025). ANALISIS REPRESENTASI PROMOSI KESEHATAN MENTAL DALAM VIDEO KAMPANYE YOUTUBE: PERSPEKTIF PENCEGAHAN PRIMER DAN SEKUNDER. At-Taujih: Jurnal Bimbingan Dan Konseling Islam, 4(1), 40–53. https://doi.org/10.37216/at-taujih;jurnalbimbingankonselingislam.v4i1.2539

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama