Gambaran Resiliensi Pada Anak Keluarga Broken Home
DOI:
https://doi.org/10.37216/at-taujih;jurnalbimbingankonselingislam.v4i2.3324Kata Kunci:
Children, Broken Home, ResilienceAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan bentuk reseliensi pada anak dari keluarga broken home. Reseliensi dipahami sebagai kemampuan anak untuk bangkit dari tekanan, mengelola emosi, menyesuaikan diri, dan mempertahankan fungsi positif. meskipun berada dalam kondisi keluarga yang tidak utuh. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus dengan tiga subyek laki-laki yang memiliki latar keluarga berbeda, dan data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga subyek memiliki resiliensi yang tercemin dari pengelolaan emosi, kemampuan membangun hubungan sosial yang positif, bersikap optimis terhadap masa depan, fokus pada tujuan, serta kemampuan menganalisis masalah secara realistis. Reseliensi terbentuk tidak hanya melalui faktor internal tetapi juga dari dukungan eksternal dari teman, keluarga, dan llingkungan. Dengan demikian, reseliensi menjadi modal penting bagi anak untuk tetap berkembang secara adaptif meskipun menghadapi keluarga yang tidak utuh atau broken home
