Pengembangan Kecerdasan di sekolah Menengah
(Studi Kasus di SMP/SMK Kabupaten Bandung)
DOI:
https://doi.org/10.37216/tadibjurnalpendidikanislamdanisu-isusosial.v23i2.2896Keywords:
Konseling, Kecerdasan, EmosionalAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam bagaimana proses perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi program bimbingan konseling di sekolah dapat diarahkan secara strategis untuk mendukung pengembangan kecerdasan emosi siswa, Penelitian ini berfokus untuk mengeksplorasi praktik penerapan program bimbingan konseling di sekolah dengan pendekatan kualitatif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus (case study). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data observasi, wawancara serta dokumentasi untuk mendapatkan gambaran terkait strategi yang digunakan guru bimbingan dan konseling SMP/SMK Pasundan Rancaekek dalam meningkatkan kecerdasan emosonal siswa. Di SMP dan SMK Pasundan Rancaekek dalam program Bimbingan Konseling bagi siswanya dilakukan dengan membuat dan merencanakan program dalam sebuah manajemen yang terukur. Kedua sekolah membuat Perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan Evaluasi dengan pertimbangan yang matang, namun kedua sekolah memiliki struktur struktur yang berbeda dalam beberapa titik poin.
References
Abhishek Kanhai, Emotional Intelligence: A Review of Researches‛, European Academic Research, Vol.II, Issue 1, (2014): hlm. 799-800 http://www.euacademic.org. diakses pada 2 November 2022
Corey, G. (2013). Theory and Practice of Counseling and Psychotherapy. Cengage Learning
Illahi, U., Neviyarni, N., Said, A., & Ardi, Z. (2018). Hubungan antara kecerdasan emosi dengan perilaku agresif remaja dan implikasinya dalam bimbingan dan konseling. JRTI (Jurnal Riset Tindakan Indonesia), 3(2), 68–74.
Gardner, H. (1999). Intelligence Reframed: Multiple Intelligences for the 21st
Gibson, R. L., & Mitchell, M. H. (2011). Introduction to Counseling and Guidance. Pearson
Jaelani, A. Q., & Ilham, L. (2019). Strategi Meningkatkan Kecerdasan Emosional dan Spiritual Siswa. KOMUNIKA: Jurnal Dakwah Dan Komunikasi, 13(1), 97–106.
Kemendikbud. (2021). Data Statistik Pendidikan Indonesia. Jakarta: Kemdikbud
Lusiawati. (2013). Kecerdasan Emosional dan Penyesuaian Diri pada Remaja Awal yang Tinggal di Panti Asuhan Uswatun Hasanah Samarinda. Jurnal Psikologi, 1(2), 167-176
Nursanty. R. 2008. Hubungan Antara Kecerdasan Emosional dengan Kecenderungan Depresi pada Remaja. Skripsi. UMS
Maiseptian, F. (2017). Efektivitas Layanan Bimbingan Kelompok Dalam Meningkatkan Kecerdasan Emosional Siswa. Jurnal Penelitian Bimbingan Dan Konseling, 2(2).
Marisa, C. (2015). Pengaruh Layanan Konseling dan Kecerdasan Ilmu Pengetahuan Sosial. Sosio-e-Kons, 7(3), 187–195. Melianasari, D. (2016). Penerapan Layanan Bimbingan Kelompok Melalui Teknik Permainan Dan Untuk Meningkatkan Kecerdasan Emosi Siswa. Jurnal Ilmu Pendidikan, 14(2), 311–317.
Suryati, N., & Salehudin, M. (2021). Program bimbingan dan konseling untuk mengembangkan kecerdasan spiritual dan emosional siswa.
Oyesojl A. Aremu, Adeyinka Tella, and Adedeji Tella, Relationship among Emotional Intelligence, Parental Involvement and Academic Achievement of Secondary School Students in Ibadan, Nigeria‛, University of Ibadan, Nigeria (www.usca.edu) diakses pada 2 November 2022
Prayitno. (2004). Dasar-dasar Bimbingan dan Konseling. Jakarta: Rineka Cipta
Priatini, W., Latifah, M., & Guhardja, S. (2008). Pengaruh tipe pengasuhan, lingkungan sekolah, dan peran teman sebaya terhadap kecerdasan emosional remaja. Jurnal Ilmu Keluarga & Konsumen, 1(1), 43–53
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Cucu Abdul Kosim, Sofyan Adenansi, Ayi Najmul Hidayat, Teti Ratnawulan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.










