Epistemologis Muhammad Syahrur Dalam Rekonstruksi Hukum Keluarga Islam Kontemporer: Studi Nahw Jadidah
DOI:
https://doi.org/10.37216/maqosid.v14i1.3300Keywords:
Hukum Keluarga Islam; Muhammad Syahrur; Teori Hudud; Pembaruan Hukum Islam.Abstract
Hukum keluarga Islam menghadapi tantangan serius akibat ketegangan antara pendekatan fiqh klasik yang bersifat tekstual-otoritatif dengan tuntutan modernitas yang menuntut fleksibilitas dan keadilan, khususnya dalam isu gender, poligami, dan struktur keluarga. Sehingga diperlukan pembaruan metodologis yang mampu menjaga relevansi hukum Islam tanpa kehilangan legitimasi normatifnya. Penelitian ini bertujuan menjawab pertanyaan: bagaimana kerangka epistemologis Muhammad Syahrur dalam Nahw Jadidah li al-Fiqh al-Islami dibangun, dan apa implikasinya terhadap rekonstruksi hukum keluarga Islam kontemporer? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, penelitian menggunakan metode kepustakaan (library research) dengan pendekatan epistemologis-kritis dan analisis deskriptif-analitis terhadap karya-karya Syahrur sebagai sumber primer serta jurnal ilmiah sebagai sumber sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa epistemologi Syahrur dibangun atas integrasi wahyu, rasionalitas, dan realitas empiris yang dioperasionalkan melalui pendekatan linguistik modern dan teori batas (ḥudud), menghasilkan model hukum yang lebih fleksibel dan kontekstual dalam isu-isu seperti poligami dan relasi gender. amun secara kritis, pendekatan ini belum memiliki struktur metodologis yang sistematis setara uṣul al-fiqh klasik, sehingga berpotensi menimbulkan subjektivitas interpretasi dan relativisme hukum, dan lebih tepat dipahami sebagai kontribusi reinterpretasi progresif daripada pengganti total metodologi fiqh klasik.
References
Abdul Mustaqim, “Pemikiran Fikih Kontemporer Muhammad Syahrur Tentang Poligami dan Jilbab,” Al-Manahij Jurnal Kajian Hukum Islam, Vol 5 (2011), 67–80
Adinugraha, Hendri Hermawan, Ahmad Anas, dan Universitas Dian Nuswantoro, “Reaktualisasi Hukum Islam Di Indonesia (Analisis Terhadap Teori Hudūd Muhammad Syahrur),” Islamadina: Jurnal Pemikiran Islam, Vol 19 (2018), 1–26 <https://doi.org/https://jurnalnasional.ump.ac.id/index.php/ISLAMADINA/article/view/2174/2044>
Ahmad Muwahidah, Mochamad Tholib Khoiri Waro, “Reconstructing Muslim Identity in the Modern Age: Muhammad Shahrur’s Theory of Boundaries as a Qur’anic Hermeneutical Approach,” Indonesian Journal of Islamic Literature and Muslim Society, Vol 9 (2024), 43–65 <https://doi.org/10.22515/islimus.v8i1.11669.Ahmad>
Asep surya Maulana, Imam Yahya, “Critical Discourse The Epistemology of Muhammad Syahrur ’ s Ijtihad,” Jurnal Hukum Islam, Vol 18 (2020), 121–40 <https://doi.org/https://doi.org/10.28918/jhi.v18i1.2668>
Azwarfajri, Taslim HM Yasin, Lukman Hakim, “CONTEMPORARY APPROACH IN MUHAMMAD SYAHRUR’S THOUGHT ON ISLAMIC LAW,” Jurnal Pemikiran Islam, Vol 4 (2024), 162–78 <https://doi.org/10.22373/jpi.v4i2.26717>
Doli Witro, “Muhammad Syahrur, Teori Limitasi Dan Pembaharuan Hukum Islam Kontemporer,” Istinbath: Jurnal Hukum, Vol 18 (2021), 15–31 <https://doi.org/https://doi.org/10.32332/istinbath.v18i1.2926>
Fauzi Fathur Rosi, Daafiqin Syaqiq Maulana, “Interpretasi Poligami dalam Qs. Al-Nisa’ Ayat 3 dan 129: Studi Perbandingan antara Penafsiran Muhammad Syahrur dan Muhammad Abduh,” Jurnal Ilmiah AL-Jauhari, Vol 8 (2023), 42–64 <https://doi.org/10.30603/jiaj.v8i1.3331>
Hasballah, Khairuddin, “The Milk Al-Yamin Concept as a Validity of Sexual Relationship in a Modern Context: an Analysis of Muhammad Syahrur’s Thoughts,” Samarah: Jurnal Hukum Keluarga dan Hukum Islam, Vol 4 (2020), 337–59 <https://doi.org/10.22373/sjhk.v4i2.7068>
Irfansyah, Khairunnisa, “Hermeneutika Hudud menurut Muhammad Syahrur: Telaah tentang Relevansi Pemakaian Jilbab dengan Perkembangan Zaman,” Journal of Qur’anic Studies, Vol 8 (2023), 34–50
Muhammad Alim khoiri, “New Direction in The Leogic Of Islamic Law: Through Muhammad Syahrur’s Perspective On Qiyas,” Jurnal Asy-Syari’ah, Vol 25 (2023) <https://doi.org/10.15575/as.v25i2.29931>
Purkon, Arip, “Rethinking of contemporary Islamic law methodology : Critical study of Muhammad Shahrūr ’ s thinking on Islamic law sources,” HTS Teologiese Studies/Theological Studies, 2001, 1–7
Rohmatul Izad, “PEMIKIRAN HERMENEUTIKA MUHAMMAD SYAHRUR TENTANG KONSEP KESETARAAN GENDER DALAM ISLAM,” Dialogia: Jurnal Studi Islam dan Sosial, Vol. 2 (2019), h. 171 <https://doi.org/https://doi.org/10.21154/dialogia.v16i2.1501>
Sarmini, “Epistimologi Tafsir Kontemporer Muhammad Syahrur (Studi Analisis Teori Hudud)” (INSTITUT PTIQ JAKARTA, 2023) <https://repository.ptiq.ac.id/id/eprint/1249>
Tarantang, Jefry, “Teori dan aplikasi pemikiran kontemporer dalam pembaharuan hukum keluarga islam,” Jurnal Transformatif, 2 (2018), 27–46 <https://doi.org/https://doi.org/10.23971/tf.v2i1.882>
Yusuf, Muhammad, “Bacaan Kontemporer: Hermeneutika Al-Qur’an Muhammad Syahrur,” Jurnal Diskursus Islam, Vol 2 (2014), 52–72 <https://doi.org/https://doi.org/10.24252/jdi.v2i1.6509>
Zuyyina Candra kirana, Aswadi, Ali Muchasan, “Kontribusi Pemikiran Muhammad Syahrur Tentang Teori Hudud Dalam Pembaruan Pemikiran Islam,” Jurnal Studi Ilmu Keagamaan Islam Volume, Vol 3 (2022)
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
Categories
License
Copyright (c) 2026 Asrori Abdihi Abdihi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.




